Terkait Masalah Manipulasi, Konglomerat Indonesia Terancam di Pidana

Terkait Masalah Manipulasi, Konglomerat Indonesia Terancam di Pidana

Terkait Masalah Manipulasi, Konglomerat Indonesia Terancam di Pidana – Memang masih banyak yang belum mengenal tentang Kris Taenar Wiluan yang merupakan salah seorang kaya raya asal Indonesia. Diapun dianggap melakukan manipulasi permainan saham semu di Singapura.

Adapun ancaman dengan untuk kasus tersebut dikenai sanksi denda hampir Rp 3,6 miliar. Hal ini popun diakui bahwa mantan eksekutif KS. Energy mendapatkan ancaman 112 dakwaan dikarenakan melanggar kecurangan serta perdagangan saham semu.

Awal Sumber Terkait Masalah Manipulasi, Konglomerat Indonesia

Terkait Masalah Manipulasi, Konglomerat Indonesia Terancam di Pidana

Kris Taenar Wiluan yang merupakan salah seorang pendiri Citramas Indonesia telah dituduh memberikan instruksi kepada Ho Chee Yen dalam proses kegiatan perdagangan saham Ks Energy via akun perdagangan Pacifik One Energy dalam rentang waktu Dec 2014 sampai Sep 2016.

Hal itu awalnya dilakukan dalam proses meningkatkan harga saham perusahaan Crazy Rich ini. Namun dengan intruksinya tersebut. Ho Chee Yen dinyatakan bersalah dengan total 92 dakwaan pelanggaran Securities and Future act.

Namun Kris jika dinyatakan bersalah akan mendapatkan hukuman penjara sampai tujuh tahun serta maksimal dengan $250.000 atau kisaran IDR 3,6 miliar. Hukuman ini pun bisa bertambah dikarenakan memberikan perintah kepada Ngin Kim Choo dalam melayani akun perdagangan Pasific Online ini antara waktu Mei dan juli 2016 serta Juni 2015.

Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia

Terkait Masalah Manipulasi, Konglomerat Indonesia Terancam di Pidana

Sebagai informasi bahwa Kris merupakan salah seorang dari 40 orang terkaya di Indonesia menurut majalah ternama Forbes dengan total pendapatan sebesar $240 juta pada tahun 2009.

Tepat pada tahun 2017 Kris Wiluan bersama putranya mulai diperiksa secara intensif oleh Departemen Urusan Komersial (CAD) Singapura dalam kasus indikasi pelanggaran Pasal 197 dari Securitues and Future Acts. Namun ketika itu Beliau dibebeskan dengan jaminan dari polisi.

Hal itu juga membuat Kris Wiluan bersama anaknya berjanji untuk memberikan bantuan atas kasus yang mereka jalani saat ini di Singapura mulai dari Januari 2015. Semua bantuan itu pun telah memberikan segala pemberantasan kasus kriminal pidana di salah satu negara berkembang di Asia Tenggara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *