Terkait Dugaan Kriminal Trump Organization Diperiksa –  Secara resmi melalui Pengacara Distrik Manhattan bernama Cyrus Vance bahwa Kantor Kejaksaan Agung New York akan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas Trump Organization yang merupakan perusahaan milik Mantan Presiden AS Donald Trump dikarenakan tuduhan Kriminal yang berupa Situs Judi Slot Online Resmi di Indonesia.

Hal itu pun telah dilakukan penyelidikan lebih dari 2 tahun ketika Trump menjabar sebagai Presiden AS. Namun tentunya hal itu masih dalam proses pemeriksaan yang dimana memberikan informasi adanya penyalah gunaan nilai properti dalam usaha memperoleh pinjaman dan juga pembayaran pajak.

Terkait Dugaan Kriminal Trump Organization Diperiksa

Terkait Dugaan Kriminal Trump Organization Diperiksa

Melalui sistem kejaksaan Agung New York ini semuanya akan diproses dan diungkap dengan cara hukum dikarenakan kapasitas kriminal yang dilakukan organisasi Trumpt tersebut. Semua proses dan juga surat resmi dari kejaksaan telah dikirimkan ke Donald Trump dan juga Organisaainya ini untuk membantu segala proses penyelidikan oleh kepolisian setempat.

Sesuai konfirmasi dari Trump sebelumnya bahwa prosespenyelidikan yag diketuai oleh Jaksa Agung Lettia James adalah bersifat Politik dikarenakan dia juga merupakan anggota Partai Demokrat yang masih aktif (baca juga pedro rodrigues seorang psikopat yang mengerikan)

Namun hal itu dibantah secara tegas oleh Cyrus Vance yang telah menyelidikai segala urusan bisnis pra presiden Trump dari 2 tahun dan telah menyiapkan segala proses bukti dan data data mengenai gugatan pengadilan leibih lanjut. Itu pun disebutkan adalah penyalahan dugaan kriminal yang sangat luas dan bukan berhubungan dengan hukum pidata.

Terkait Dugaan Kriminal Trump Organization Diperiksa

Disebutkan bahwa hal ini dikarenakan adanya penipuan pajak serta asuransi dan juga pemalsuan dalam catatan bisnis yang dilakukan Trumpt Organization ini. Dan dasar penyelidian dimulai ketikan manta Pengacara Trump bernama Michael Cohen melakukan pengiriman uang tutup mulut kepada 2 wanita sebelum dilakukannya PEMILU Amerika Serikat di tahun 2016 lalu.

Dua wanita tersebut sebelumnya melaporkan Trump atas gugaan hubungan seksual yang pernah dilakukan dengan mantan presiden AS tersebut. Transaksi pembayaran itu jelas melanggar undang undang tentang penggunaan dana kampanyae dan kemudian membuat mantan ajudannya tersebut dihukum 3 tahun penjara di tahun 2018 lalu.