Pembunuhan Sadis Gadis Kelas II SD – Tepat di Hari Selasa, 9 Feb 2021 Terjadi pembunuhan sadis anak dibawa umur kelas II SD umur 9 tahun di desa Hiliorudua kecamatan lahusa, kabupaten Nias selatan provinsi Sumatera Utara mayatnya dimasukkan ke dalam karung.

Aluizaro diamankan polisi setelah jasad Winda ditemukan dalam karung di galian parit di atas perbukitan Dusun II Desa Bawaziono, Kecamatan Lahusa. Sebelumnya, pihak keluarga mencari bocah perempuan itu sejak senin 8 Feb 2021.

Pembunuhan Sadis Gadis Kelas II SD

Motif Pembunuhan Sadis Gadis Kelas II SD

Pelaku pembunuhan bocah perempuan berusia 7 tahun ini merupakan tetangga dan masih semarga dengan keluarga korban. Tersangka mengaku membunuh anak SD tersebut lantaran dendam kepada Masarudin Laia, orang tua korban.

Dendam itu disebut buntut dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Nias Selatan. Menurut Kapolres, tersangka sempat pura-pura ikut mencari korban saat masih hilang (baca juga artikel mengenai https://www.rilokiley.net/sindikat-pencurian-di-bandung-ditembak-dibagian-kaki/)

Pelaku sakit hati karena keponakannya dikalahkan ayah korban dalam pemilihan kepala desa (pilkades). Polisi telah menetapkan Aluizaro (47), warga Desa Hiliorodua, sebagai tersangka.

Hilang dan dilaporkan ke polisi, bocah itu ditemukan di dalam goni dalam kondisi meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Korban diduga Dibacok Lalu Jenazahnya Dibungkus Goni Dibuang ke Hutan perbukitan Dusun II, Desa Bawaziono, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nisel.

Motif Pembunuhan Sadis Gadis Kelas II SD

Sementara dari penemuan mayat yang menggemparkan itu, polisi sudah memeriksa atau memintai keterangan dari sejumlah saksi. Sedangkan penemuan mayat ini langsung beredar luas di media sosial, termasuk foto anak perempuan yang diperkirakan foto korban semasa hidup. Hal itu sangatlah membuat banyak orang tertanya mengapa dia melakukan hal itu. Namun ada anggapan dia merupakan seorang pemain slot online yang kerap memainakannya di Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya No 1

Aluizaro diamankan polisi setelah jasad Winda ditemukan dalam karung di galian parit di atas perbukitan Dusun II Desa Bawaziono, Kecamatan Lahusa 9 Feb 2021. Dan akan melangsungkan sidang bersama pihak keluarga korban setelah selesai melakukan pemakaman untuk korban.

Meski begitu, kata Kapolres, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait alasan korban. Berdasarkan pengakuan dari pelaku, untuk memastikan korban tewas, tersangka menggorok leher korban hingga korban tidak bernyawa.

Ditempat yang sama, pelaku mengakui perbuatannya atas peristiwa pembunuhan bocah tersebut, “Saya sendiri yang membunuh bocah perempuan itu pak, saya sendiri cekik lehernya sambil melempari batu besar kepala korban hingga jatuh dan meninggal dunia”, ucap tersangka.

Kepada tersangka dikenakan Pasal 338 KUHPidana, atau Pasal 80 ayat 3 UU. Republik Indonesia No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.